Archive for November 28th, 2008

28
Nov
08

KGS epi12

NURLAILA berniat mengajak Boim untuk menemaninya begadang. Tapi dia tidak mengetahui kalau malam itu Boim dan Jay bertukar kamar. Keruan saja terjadi aksi konyol antara Jay dan Nurlaila. Tapi hal tersebut malah semakin membuat keduanya dekat. Jay lantas menemani Lela jalan-jalan. Pada kesempatan itu, Jay sempat menasihati Lela agar tidak terus-terusan keluyuran setiap malam.

Nyai yang kebetulan memergoki Nurlaila dan Jay jalan bareng kontan berang. Rupanya Nyai salah sangka dan mengira kalau Jay telah berusaha mempengaruhi Nurlaila, sehingga kelak dapat membawa dampak buruk terhadap cucu kesayangannya itu. Akibatnya, keributan antara Nyai dan Nurlaila tak bisa dihindarkan. Bahkan, Rasyid dan Hamidah pun tidak berani menentang kekerasan hati Nyai.

Di bagian lain, berkat kegigihan Adul CS akhirnya Jamal bersedia untuk disunat. Tapi siapa sangka, Adul sebenarnya belum disunat juga. Kini gantian, Adul yang selama ini dewasa dan menunjukkan dirinya paling menonjol, justru memiliki ketakutan yang lebih besar daripada Jamal untuk disunat.

Sementara itu sikap Jay perlahan tapi pasti sangat membekas dalam diri Nurlaila. Terlebih aksi Jay saat menolong Nurlaila dari pemuda kampung yang ingin mengeroyoknya. Rasa cinta Nurlaila terhadap Jay pun semakin kuat. Sebaliknya, Jay sama sekali tidak menyadari perasaan Nurlaila. Hal tersebut berbanding terbalik dengan Boim yang memendam perasaan cintanya terhadap Lela. Bahkan, Boim kerap cemburu apabila Jay membicarakan perihal Nurlaila.

28
Nov
08

KGS epi11

PENYAKIT Nurlaila yang satu ini acapkali membuat Nyai kesal. Bagaimana tidak, cucu kesayangan Nyai itu mengidap penyakit susah tidur. Akibatnya, Lela rajin keluyuran. Nyai pun mencoba mengutarakan kekhawatirannya pada Hamidah, karena takut sesuatu yang buruk menimpa Nurlaila. Siapa sangka, di balik sikap kerasnya itu Nyai sebenarnya sangat menyayangi cucu-cucunya.

Jamal mengalami dilema lantaran dirinya belum disunat. Adul dan Komar pun tak hentinya membujuk Jamal agar mau disunat. Sayang, bujukan tersebut tidak membuahkan hasil, karena Jamal masih saja dicekam ketakutan. Di bagian lain diceritakan, Jay diam-diam mulai memperhatikan Nurlaila, yang juga kagum pada sosok kakak tiri Boim itu. Sementara Boim semakin blingsatan melihat perubahan sikap Jay dan Nurlaila.

Ida semakin berani mendekati Sukri, bahkan sudah berani meminjam uang Sukri untuk alasan yang dibuat-buat. Sukri yang memang tulus membantu, tidak menyadari kalau dirinya tengah masuk perangkap Ida.

28
Nov
08

KGS epi10

SEPERTI momok, Nyai terlihat bak sosok yang menyeramkan. Mertua Rasyid itu digambarkan sebagai perempuan separuh baya yang pengatur dan arogan sehingga membuat suasana rumah keluarga Rasyid menjadi tidak nyaman. Dan korban utamanya tentu saja Rasyid. Maklum, Nyai mengambil alih semua fungsi di rumah tersebut. Bahkan untuk urusan keuangan pun diatur oleh Nyai.

Di lain pihak, Jay cukup tertekan melihat keributan yang terjadi terus menerus di antara Rasyid dan Sukri. Usaha Jay menasihati Sukri agar memilih jalan damai tidak juga membuahkan hasil. Sukri tetap bersikeras dengan sikapnya, bermusuhan dengan Rasyid.

Sementara itu, Boim yang melihat kedekatan antara Lela dan Jay, berniat mengutarakan isi hatinya kepada Lela. Sayang usaha tersebut selalu gagal sehingga membuat Boim kesal sendiri. Tak ada jalan lain, pemuda mungil itu hanya bisa menyimpan sendiri perasaannya.

Di kelas, Adul berusaha agar teman-temannya tidak lagi mencontek. Dia pun berniat memberikan les. Konyol, meskipun sudah bersusah payah mengajarkan teman-temannya, mereka tetap mendapat nilai jelek.

28
Nov
08

KGS epi9

PERLAHAN namun pasti, sosok Jay tertanam kuat dalam benak Nurlaila. Pertemuan Jay dan Nurlaila berawal saat Jay memisahkan pertengkaran Lela CS dengan para pemuda kampung. Sikap bijak dan dewasa yang ada dalam diri Jay makin membuat Lela terpesona. Boim bukannya tidak sadar dengan perubahan sikap Lela. Pemuda mungil itu kadang-kadang melakukan aksi konyol, agar Lela tidak mempunyai kesempatan untuk mendekati Jay.

Di bagian lain Ida, penyanyi kampung, semakin berani mendekati Sukri. Untunglah Sukri selalu berhasil menahan dirinya agar tidak tergoda oleh rayuan Ida. Di samping takut dosa, Sukri bergidik dengan ancaman Hindun. Ketakutan Rasyid akan sosok Nyai, mertuanya, ternyata terbukti. Tanpa diundang, Nyai datang dan bermaksud menetap di rumah Sukri untuk sementara waktu, bahkan selamanya kalau memang dirinya cukup betah.